Baharuddin Pasaribu — Fri, 05/11/2010 - 15:50
* kesehatan
* Penemuan pertama. Tanaman. Mengandung progesterone
* teknologi
Progesterone adalah sejenis hormon yang telah diketahui keberadaannya sejak 500 juta tahun silam. Hormon ini penting bagi semua veterbrata, seperti ikan, reptil, burung, dan mamalia, termasuk manusia tentunya. Fungsinya bagi semua jenis kelamin cukup banyak seperti mengatur kadar gula darah, mengembangkan inteligensia, membangun tulang, aktivitas otak dan banyak lagi.
Adalah William Allen dan George Corner yang pertama mengisolasi hormon ini pada tahun 1934 dan mengusulkan nama tersebut karena aktivitas 'progestational' yang terjadi pada wanita hamil. Dari sinilah dia dikenal sebagai hormon 'wanita' sehingga fungsinya yang lain terlupakan. Namun agak sulit membayangkan kalau hormon progesterone bisa ditemukan pada tanaman, dan kali ini para ilmuwan sungguh tercengang atas penemuan fenomenal ini.
Namun dalam suatu penelitian teranyar, penemuan terbaru seakan membalikkan kepercayaan konvensional selama ini, para ilmuwan melaporkan penemuan pertama kali dari hormon wanita progesterone dalam tanaman. Hingga kini para ilmuwan masih memegang suatu prinsinsip berfikir bahwa hanya binatang yang mampu membuat progesterone, yaitu satu hormon streoid yang dikeluarkan oleh ovarium dan berfungsi untuk menyiapkan kehamilan dan mempertahankan kehamilan dalam rahim / uterus. Memang ada jenis hormon yang dibuat secara sintetis yang disebut progestin, hormon ini dipakai dalam pil keluarga berencana untuk mengontro kehamilan pasangan usia subur dan untuk pengobatan lain.
Penemuan adanya hormon dalam tanaman dilaporkan dalam jurnal Masyarakat Kimia Amerika bernama ”Journal of Natural Products”.
“Pentingnya identifikasi yang menegaskan adanya hormon progesterone tidak dapat di besar-besarkan” demikian dinyatakan oleh artikel yang ditulis oleh Guideo F. Pauli, “Sementara peran biologis dari progesterone sudah secara ekstensif dipelajari pada mamalia, namun bahwa hormon terebut ditemukan dalam tanaman dan alasan keberadaannya dalam tanaman masih samar-samar”. Mereka berspsekulasi bahwa hormon seperti hormon steroid lainnya mungkin berfungsi semacam bioregulator kuno yang telah berevolusi milyaran tahun lalu sebelum munculnya hewan dan tumbuhan moderen. Penemuan baru ini diproyeeksian dapat mengubah pemahaman ilmiah tentang evolusi dan fungsi progesterone dalam makhluk hidup.
Ilmuwan sebelumnya telah mengidentifikasi zat yang mirip progestetone dalam tananam dan berpendapat bahwa hormon itu sendiri bisa muncul dalam tanaman. Tapi para peneliti tidak menemukan hormon yang sesungguhnya dalam tanaman hingga sekarang. Pauli dan rekan-rekannya memakai dua teknik laboratorium yang sangat canggih, yaitu resonansi magnetik nuklir dan spektroskopi massal untuk mendeteksi keberadaan progesterone pada daun pohon walnut. Mereka juga mengidentifikasi lima jenis steroid baru yang terkait dengan progesterone dalam satu tanaman yang masuk pada famili bunga mangkuk (buttercup).
Referensi: Pauli et al. "Occurrence of Progesterone and Related Animal Steroids in Two Higher Plants" dalam Journal of Natural Products, tahun 2010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar